PR IPM Mu'allimin Tuntas Berakuntabilitas

Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan


Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah menggelar kegiatan milad Opening Ceremony Milad Sinar Kaum Muhammadiyah (SKM) ke-92, Kamis (26/1). Banyak penampilan yang ditampilkan pada kegiatan ini, tak ketinggalan dalam acara ini juga terdapat penganugrahan dari jajaran Direksi Madrasah Muallimin kepada pencipta Mars SKM. Mars SKM yang di ciptakan oleh AlmarhumTohari Musnamar (alumni Madrasah Muallimin tahun 1945) ini diberikan penghargaan yang diwakilkan oleh  Djamhari(alumni Madrasah Muallimin tahun 1972).

Mencoba menengok sejarah bermula dari tahun 1925 organisasi kesiswaan Khusus di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta didirikan. Organisasi kesiswaan ini dikenal dengan nama Sinar Kaum Muhammadiyah ini mendapat predikat organisasi kesiswaan tertua di Muhammadiyah, yang bahkan dianggap sebagai pelanjut dari organisasi siswo projo.
Organisasi yang telah menjebolkan kader-kader terbaik Muhammadiyah, harus digantikan dengan IRM pada tahun 1995 yang kemudian berubah menjadi IPM. Didasari dengan SK PP Muhammadiyah, untuk mencegah hilangnya semangat dan jiwa ber-SKM dalam diri santri Mu’allimin.
Dalam sebulan kedepan, akan ada lomba-lomba internal Muallimin untuk seluruh keluarga besar Mu’allimin, dari pimpinan, ustadz, santri, hingga karyawan. Pada pertengahan bulan Februari juga akan ada Kajian Remaja Kritis yang rencananya akan dihadiri perwakilan pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyahdan OSIS Se-Kota Jogja.
Aly Aulia, Direktur Madrasah Mualimin yang sekaligus membuka acara berharap bahwa dengan diselenggarakannya Milad SKM ini Muallimin dapat menembus batas-batas yang ada dengan dapat mencetak kader persyarikatan, bangsa, bahkan dunia . “Dengan adanya Milad SKM Ke-92 ini saya berharap agar ada gerakan-gerakan pembaharuan dalam Bahasa dan pengkaderan. Agar kelak Mu’allimin dapt menembus batas-batas yang ada,”


Tak kalah menarik dalam sambutannya  Faiz Arwi Assalimi, Ketua Panitia berharap dengan adanya Milad SKM Ke-92 ini dapat menancapkan jiwa SKM di setiap jiwa  santri Mu’allimin.“Walupun fisik SKM telah hilang, saya berharap dengan diselenggarakan milad ini dapat mengukuhkan jiwa-jiwa SKM di dalam jiwa setiap santri Mu’allimin,”tegasnya.






Alhamdulillah telah seledai diadakan Rapat Pleno I Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Rapat Pleno kali ini diselenggarakan di Aula Madrasah Mu'allimin. Dengan agenda pertama yakni pembukaan yang dibuka oleh Ustadz Aly Aulia selaku Direktur Madrasah Mu'allimin.









Setelah itu dimulailah serangkaian sidang pleno, mulai dari bidang kepemimpinan hingga yang terakhir bidang sosial dan advokasi. Para ipmawan terpantau sangat aktif dan kritis dalam menyikapi proggres report selama satu semester kemarin.


Diharapkan dengan adanya pleno seperti, dapat menjadi evaluasi kinerja sebelumnya dan penyemangat dalam berjuang di IPM kedepannya. Tuntas Berakuntabilitas
Tadi malam, Rabu 14 Desember 2016 telah diselenggarakan Closing Ceremony Semarak Ikatan Pelajar Muhammadiyah Mu'allimin yang ke 22 di Lapangan Tengah Mu'allimin. Kegiatan tersebut merupakan acara puncak dari serangkan SIM #22 tahun ini.

Peserta kelas 1,2 dan 3 mulai berdatangan ketika matahari mulai tenggelam. Adzan maghrib berkumandang dan kemudian peserta melakukan sholat berjamaah di lapangan tengah, setelah itu diisi oleh kultum dan makan malam di ruang makan.

Sehabis sholat isya, panitia mulai berdatangan dan peserta mulai mengkondisikan diri, peserta masuk melewati gedung utama yang disana sudah disiapkan Museum Organtri, setiap organtri menampilkan stannya masing-masing.



Setelah itu peserta masuk kedalam lapangan dan duduk sembari menunggu acara dimulai, adapun sambutan pertama diberikan oleh ketua Panitia SIM #22 Ipmawan Ahmad Ashim Muttaqin, selanjutnya sambutan ketua IPM Ipmawan Wafiq Ulinnuha dan akhir sambutan dari wakil madrasah Ustadz Dedik Fatkul Anwar sekaligus membakar kertas sebagai simbolis berakhirnya SIM #22.

Dan selanjutnya adalah acara inti, yakni pembagian hadiah dan hiburan. Setelah itu acara ditutup dengan hujan dan peserta boleh pulang ke asrama masing-masing.
Olimpiade Sains Mu'allimin atau OSM adalah program kerja dari bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan yang paling fenomenal. Adapun tahun ini ada inovasi baru dalam mata pelajarannya, yakni Sejarah.

OSM tahun ini bergabung dengan kegiatan SIM #22 dan mendapatkan jatah pada hari Ahad, 10 Desember 2016 untuk babak penyisihan dan hari Selasa, 12 Desember 2016 untuk babak final.



Babak penyisihan peserta mengerjakan soal esai yang ada di papan tulis dan di babak final peserta mengerjakan soal esai yang ada di kertas. Adapun pemenangnya diumumkan saat Closing Ceremony SIM #22 paa hari Rabu, 14 Desember 2016.
Pagi ini, 10 Desember 2016 telah dilaksanakan perlombaan Liga Nusantara di lapangan tengah Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Liga Nusantara kali ini adalah pertandingan futsal antar organisasi daerah seperti IPMMMATIM, IKMMY, dan lain sebagainya yang termasuk bagian dalam kegiatan SIM #22.

Uniknya, pada perlomban kali ini peserta wajib menggunakan sarung dan sandal sebagai perlengkapan pertandingan. Tentu saja hal ini akan menyulitkan ketika menendang maupun menggiring bola. Tapi semua tetap berjalan seru, apalagi ketika musik berdendang dan pertindingan di pending, karena semua peserta wajib berjoget sesuai dengan irama musik.





Pertandingan berjalan sengit dan seru, serta suasana semakin memanas karena matahari mulai menanjak naik ke atas kepala. Tapi itu semua tidak menyurutkan semangat bertanding para peserta. Ada yang bermain full time ada juga yang baru bermain setengah pertandingan sudah tumbang.

Sementara di lapangan kecil asrama 1, diselenggarakan juga Lomba Takraw antar angkatan. Dengan personil 3 vs 3, pertandingan berlangsung sangat tegang dan dingin. Sering sekali oara peserta melakukan kesalahan karena ukuran bola yang kecil dan personil yang terlalu sedikit. 

Tapi semua tetap berjalan seru dan damai, tanpa ada kerusuhan sekecilpun
Pada hari Jum'at, 9 Desember 2016 kemarin, telah dilaksanakan salah satu program kerja dari bidang Sosial dan Advokasi PR IPM Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta, yakni Reresik Tandang Gawe. Acara tersebut dilaksanakan di lapangan asrama Muadz Bin Jabal B pada pukul 07.00.

Acara pagi itu dibarengin dengan pembukaan secara simbolis Semarak IPM Mu'allimin atau SIM #22, adapun sambutan yang pertama diberikan oleh Ipmawan Ahmad Ashim Muttaqin selaku Ketua Panitia SIM #22, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ipmawan Wafiq Ulinnuha selaku ketua IPM, dan akhirnya sambutan sekaligus pembukaan dilakukan oleh Ustad Erik Tauvani selaku perwakilah madrasah.




Setelah resmi dibuka, dilakukan peluncuran roket air sebagai bentuk simbolis telah dibukanya Semarak IPM Mu'allimin dan RTG. Dalam acara tersebut, peserta yang datang adalah santri kelas 1,2 dan 3, sementara kakak aliyah sebagian menjadi panitia.

Selesai dibuka, dilakukan pembagian kelompok dan kemudian berangkat menuju rute yang telah ditentukan dengan membawa trashbag yang telah disiapkan panitia. Mereka berjalan dengan rute yang berbeda antar angkatan agar tidak terjadi tabrakan pemungutan sampah.

Tak lama kemudian peserta sudah kembali ke lapangan asrama Muadz Bin Jabal yang kemudian dilanjutkan dengan sarapan pagi, kala itu menu sarapannya adalah telur dan minumnya adalah kacang ijo. 

Beberapa menit kemudian usai sudah sesi sarapan, kemudian dilanjutkan dengan sesi hiburan, yakni bermain air dan holy powder sambil berjoget ria, ada pula penampilan trio battle dance antara Kak Faza, Kak Arul dan Dek Tangguh. Mereka bertanding dan mengeluarkan skill joget terbaik mereka masing masing. Setelah itu acara ditutup oleh ketua panitia RTG Ipmawan Iqbal. 


Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir pada hari Senin, 14 November 2016 ini  telah menetapkan 9 nama formatur terpilih pada Kamis 17 November 2016 dini hari pada pukul 03.50 WITA..
Pemilihan Formatur Ikatan Pelajar Muhammadiyah  berdasarkan Hasil Muktamar IPM ke-XX yang dilakukan melalui e-voting dimulai sejak 16 November pukul 16.00 WITA di Samarinda Convention Hall.
Dalam pemilihan ini, seperti dikutip dari laman resmi www.ipm.or.id lebih dari 900 peserta menyalurkan hak suaranya. Ketua Panitia Pemilihan Pusat, Riko Basri Koto mengungkapkan bahwa dalam pemilihan ini, DPT berjumlah 1006, dengan jumlah pemilih 966 dan 40 pemilih tidak menyalurkan hak pilih.
Berikut adalah daftar 9 nama Formatur PP IPM periode 2016-2018 :
1.     M. Abdul Majid                           : 671
2.     Rafika Rachmawati                  : 564
3.     Nurcholis Ali Syabana             : 561
4.     Muhammad Irsyad                    : 559
5.     Hafizh Syafaturrahman             : 548
6.     Khairul Sakti Lubis                    : 542
7.     Ammiruddin Awalin                    : 537
8.     Anshor HS                                   : 510
9.     Velandani Prakoso                     : 483

Setelah penentuan sembilan nama formatur tersebut, akan dilakukan rapat formatur untuk menentukan Ketua Umum PP IPM periode 2016-2018 yang kemudian akan disahkan pada pleno terakhir sekaligus mengesahkan keputusan induk Muktamar IPM ke 20 di Samarinda, Kalimantan Timur.
Uniknya, salah satu alumni Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta berhasil lolos menjadi formatur terpilih, yakni Ipmawan Velandani Prakoso. Beliau adalah alumni Mu'allimin yang sekarang aktif menjadi kabid Perkaderan PW IPM Yogyakarta. Beliau juga mengajar mapel PKN di Mu'allimin.
Muktamar XX Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang berlangsung di Samarinda Convention Hall, 12-16 November 2016 disambut baik Ketua Umum  PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang membuka  kegiatan Muktamar.
Pembukaan Muktamar juga dihadiri Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menyempatkan diri memetik Sampe, alat musik tradisional Suku Dayak Kaltim.
Dengan mengambil tema Menggerakkan Daya Kreatif Mendorong Generasi Berkemajuan,  Haedar Nashir dalam sambutannya mengapresiasi prestasi yang dicapai oleh IPM,  dengan berbagai macam penghargaan yang  telah dicapai selama ini, yang disebut Haedar bukanlah gampang untuk diraih.
Pimpiman Pusat Muhammadiyah percaya jika acara Muktamar kali ini akan makin mempererat dan mempertagas posisi peran IPM sebagai ujung tombak kaderisasi bangsa,
“Dari rahim IPM melahirkan generasi Indonesia berkelanjutan, karena IPM adanya bukan dengan retorika dan kata– kata. Tapi telah membuktikan kiprahnya dengan kerja yang cerdas untuk merintis,  mempelopori dan menjadi bagian penting dari kepentingan strategis bangsa ini, yakni melahirkan generasi penerus Bangsa Indonesia, sebagaimana yang menjadi komitmen Muhammadiyah pada dekade terakhir ini,“  papar Haedar.

Menurut Haedar, pihaknya tahu persis IPM punya karakter yang  dituntut  ahlakul qarimah, sejak awal membangun spirit ahlak, adalah bagian dari gerak IPM. Mulai tingkat ranting hingga nasional, yang melahirkan kader IPM bersama Angkatan Muda Muhammdiyah punya watak dan integritas kuat, yakni  kata sejalan dengan tindakan.
Karena saat ini, terang Haedar, bangsa ini memerlukan adab, bahkan pemerintah dengan  pembinaan karakter melalui gerakan revolusi mental, dinilai sesungguhnya telah sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Muhammadiyah khususnya IPM, di dalam membina karakter akhlak sejak usia dini.
“Dan itulah makna pendidikan yang sesungguhnya,” bebernya.
IPM dengan semangat literasi diharapkan pula oleh Haedar dapat mendidik anak bangsa menjadi  cerdas dan berilmu. Terlebih saat ini dan masa depan bangsa Indonesia, dihadapkan pada tantangan persaingan dengan Bangsa-Bangsa lain.
Ada alasan pemerintah menetapkan 22 Oktober menjadi Hari Santri Nasional. Presiden RI Joko Widodo memaparkan besarnya peran santri bagi bangsa. Hal tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indoensia meraih kemerdekaan dari para penjajah.

Resolusi jihad yang dicetuskan oleh Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober tahun 1945 di Surabaya untuk mencegah kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA. KH. Hasyim Asy’ari sebagai ulama pendiri NU menyerukan jihad dengan mengatakan bahwaMembela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap individu.

Seruan Jihad yang dikobarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari itu membakar semangat para santri Arek-arek Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta pimpinan Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby. Jenderal Mallaby pun tewas  Para tokoh-tokoh besar yang punya andil itulah yang membuat pemerintah menilai hari santri penting ditetapkan.



Jokowi mengatakan mengingat peran historis para santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti K.H. Hasyim As’yari dari Nahdlatul Ulama, K.H. Ahmmad Dahlan dari Muhammadiyah, A. Hassan dari Persis, Ahmad Soorhati dari Al-Irsyad dan Mas Abdul Rahman dari Matlaul Anwar serta mengingat pula 17 nama-nama perwira Pembela Tanah Air (Peta) yang berasal dari kalangan santri, pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Sejarah mencatat, para santri telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan tersebut. Para santri dengan caranya masing-masing bergabung dengan seluruh elemen bangsa, melawan penjajah, menyusun kekuatan di daerah-daerah terpencil, mengatur strategi, dan mengajarkan kesadaran tentang arti kemerdekaan

Jokowi yakin, penetapan Hari Santri Nasional itu, tidak akan menimbulkan sekat-sekat sosial atau memicu polarisasi antara santri dengan nonsantri. Justru sebaliknya, akan memperkuat semangat kebangsaan, mempertebal rasa cinta tanah air, memperkokoh integrasi bangsa, serta memperkuat tali persaudaraan.
"Penetapan hari santri nasional dilakukan agar kita selalu ingat untuk meneladani semangat jihad ke-Indonesiaan para pendahulu kita, semangat kebangsaan, semangat cinta tanah air, semangat rela berkorban untuk bangsa dan negara," kata Jokowi.

Dengan mewarisi semangat itulah, kata Jokowi, para santri masa kini dan masa depan, baik yang di pesantren atau di luar pesantren dapat memperkuat jiwa religius keislaman sekaligus jiwa nasionalisme kebangsaan. Dengan mewarisi semangat itu, para santri juga akan ingat memperjuangkan kesejahteraan, memperjuangkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dan meningkatkan ilmu pengetahuan/teknologi demi kemajuan bangsa.

"Semangat ini adalah semangat menyatukan dalam keberagaman, semangat menjadi satu untuk Indonesia. Saya percaya dalam keragaman kita sebagai bangsa, baik keragaman suku, keragaman agama, maupun keragaman budaya melekat nilai-nilai untuk saling menghargai, saling menjaga toleransi, dan saling menguatkan tali persaudaraan antaranak bangsa," katanya.

Namun Muhammadiyah bersikap berbeda dalam menanggapi Hari Santri tersebut.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan Muhammadiyah keberatan dengan penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Muhammadiyah menilai penetapan Hari Santri Nasional dapat mengganggu ukhuwah umat Islam lewat polarisasi santri-nonsantri yang selama ini mulai mencair.

"Muhammadiyah secara resmi berkeberatan dengan Hari Santri," kata Haedar Nashir

Menurut Haedar, Muhammadiyah tidak ingin umat Islam makin terpolarisasi dalam kategorisasi santri dan nonsantri. Hari Santri akan menguatkan kesan eksklusif di tubuh umat dan bangsa. Padahal, selama ini santri-nonsantri makin mencair dan mengarah konvergensi. "Untuk apa membuat seremonial umat yang justru membuat kita terbelah," ujarnya. 

Apalagi, lanjut Haedar, hari yang dipilih sangat ekskusif dan milik satu kelompok Islam. Hal itu kian menambah kesenjangan yang berpotensi mengganggu ukhuwah umat Islam.

Haedar mengakuti pemerintah dan kelompok Islam bisa saja memaksakan diri menetapkan Hari Santri 22 Oktober karena memang memiliki otoritas. Namun, ia berharap pemerintah arif dalam mengayomi seluruh komponen bangsa.

Haedar menilai umat Islam masih memiliki banyak urusan strategis yang harus dipecahkan bersama.  "Hari besar Islam penting, tapi jauh lebih penting untuk mengagendakan pemecahan bersama sejumlah persoalan besar, seperti kemiskinan umat, ketertinggalan iptek, dan sebagainya. Energi jangan dihabiskan untuk hal-hal yang kontroversial dan kontraproduktif," kata Haedar menegaskan. (masaqin)

                Tampil di depan umum bukanlah suatu perkara yang mudah untuk di lakukan oleh banyak orang, tapi berbeda halnya dengan para santri madrasah muallimin yang sejak awal masa pengkaderanya sudah di biasakan  tampil di depan umum untuk mengasah kepercayaan dirinya. Salah satu kegiatan andalan dari PR IPM muallimin bidang kesenian untuk meningkatkan kepercayaan diri santri adalah dengan mengadakan pentas seni, berbeda dengan pentas seni dari periode-periode sebelumnya, yang biasanya diadakan secara besar-besaran dari kelas 1 sampain kelas 6, pentas seni yang Rabu kemarin(19/20) diadakan dikhususkan hanya untuk para santri kelas 1 sebagai permulaan,dan di susul dengan pentas seni khusus bagi kelas 2 dan seterusya. seluruh santri yang hadir dan tampil pada pentas seni pertama ini sepenuhnya dari para santri kelas 1, “ini adalah salah satu strategi dari bidang kesenian agar para santri kelas 1 mau dan berani tampil dimuka, karena hanya tampil di depan teman-teman sengakatanya, biasanya para santri kelas 1 dan dua akan takut dan canggung untuk tampil apabila di tonton oleh seluruh elemen santri dari kelas 1 sampai kelas 6” ujar sanulrizal salah satu staf bidang kesenian.

                Acara yang diadakan sejal pukul 08:00 sampai 10:30 diawali dengan sedikit canggung di awal, terlebih pada para santri yang tampil. Tepapi kecanggungan dan rasa gugup yang ada segera hilang pada pertengahan acara, dan mulai menjadi mariah dengan banyak tepuk tangan dan tawa ketika penampilan tiap santri berakhir, santri yang ingin tampil tidak dibatasi dan diper bolehkan untuk  menampilkan apa saja, beberapa santri tampil dengan menyanyikan sebuah lagu, bermain musik, puisi. Diacara ini juga bertujuan unutuk melihat bakat bakat yang dimiliki oleh para santri serta mengasah keterampilan tersebut. Ada beberapa penamilan yang tidak di duga duga yang ditampilkan oleh para santri seperti beat box, seni menirukan suara alat musik menggunakan mulut ini ternyata banyak diminati oleh para santri. Dan penampilan beat box juga lah yang memulai memeriahkan acara. Bahkan ada santri yang menampilkan stanup comedy sebanyak 3 anak.



                Tanpa kreatifitas dan kerja cerdas dari binga kesenian mungkin acara ini tidak dapat di laksanakan. Pada awalnya pentas seni direncanakan akan diadakan di aula madrasah, tetapi karena terlebih dahulu di gunakan untuk pelantikan Sobat Perpus Muallimin Junior pentas seni pun harus di pindahkan tempat pelaksanaannya, dari aula madrasah ke lapangan badminton asrama 1.


                Para panitia dari PR IPM Muallimin bidang kesenian berharap agar diadakanya acara pentas seni yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya ini dapat secara efektif meningkatkan kepercayaan diri Serta melatih kreatifitas santri madrasah muallimin. Dan panitia berencana untuk terus mengadakan acara pentas seni bagi para santri.




Jogja, 8 - 9 Oktober,PR IPM Muallimin telah menyelenggarkan Rapat Kerja pimpinan yang diselenggarakan di gedung aula Madrasah Muallimin Muhammadiyah.Diselenggarakannya RAKERPIM ini guna menyongsong masa Pimpinan yang baru setelah dilaksanakannya pelantikan pimpinan yang baru tepat pada tanggal 8 September yang lalu.

Dalam RAKERPIM kemarin, Ustadz Erik Tauvani Somae, selaku Kaur Perkaderan & Alumni membuka acara tersebut secara langsung.Dalam sambutannya Beliau juga menyampaikan bahwasannya PR IPM Muallimin merupakan miniatur dari Madrasah Muallimin Muhammadiyah, dan oleh karena itu pimpinan IPM Muallimin dharapkan menampakkan wujudnya yang baik dan berkesan bagi banyak pihak, demi menuju Muallimin yang berkemajuan, & beliau juga menambahkan dengan adanya banyak visi & misi Pimpinan Madrasah Muallimin yang baru PR IPM diharapkan dapat membantu Madrasah Muallimin agar dapat melesat lebih jauh lagi dari kacamata Internal Maupun External.


                Pada RAKEPIM kali ini Pengalaman pimpinan – pimpinan tahun lalu juga menjadi bahan koreksi yang baik bagi rekan IPMawan di periode  baru ini, dengan  menyadari bahwasannya berjuang bukanlah lagi karena suatu keadaan yang merpaksa, namun sudah menjadi suatu kebiasaan yang harus dimiliki oleh pimpinan PR IPM Muallimin & menjadi lebih baik merupakan hal yang baik dan harus diwujudkan, sehingga dalam RAKERPIM kali ini kami berusaha untuk memperbaiki seluruh program yang dikira tidak relevan untuk diwujudkan di Madrasah Muallimin, namun disamping itu seluruh pimpinan  juga berusaha untuk mewujudkan seluruh program kerja yang kiranya tak relevan untuk menjadi relevan.Hal ini didorong dengan semangat kami yang mana berusaha mewujudkan Muallimin Quantum To Be Better.


RAKERPIM kali ini, Alhamdulillah dapat dilaksanakan dengan lancar berkat dukungan dan ridho dari Allah SWT yang begitu besar dalam mewujudkan agenda awal periode ini.Meskipun di dalam RAKERPIM kemarin terjadi sedikit perdebatan alot di dalam sidang – sidang komisi, tapi itu semua itu diwujudkan untuk masa yang lebih baik dari tahun sebelum – sebelumnya.


                Pada penutupan RAKERPIM kali ini, langsung ditutup secara resmi oleh Pembina PR IPM Muallimin yang baru yaitu, Andrian Shiddiq sebelum beliau menutup secara resmi beliau menyampaikan sedikit kesan terhadap PR IPM Muallimin bahwasannya pimpinan IPM Muallimin  harus menjadi luar biasa, karena orang di luar sana tidak ada yang peduli dengan kemampuan pimpinan IPM, namun yang mereka pedulikan hanyalah status kalian sebagi pimpinan IPM yang mereka anggap telah siap untuk menghadapi situasi & kondisi  lingkungan masayarakat yang berbeda dan dimana pun.

                Tak lupa beliau juga selalu memberikan dorongan kepada kita untuk selalu menjadi yang terbaik,dan diakhiri dengan yel – yel, setelah menutup RAKERPIM PR IPM Muallimin periode 2016/2017. (anhar_muf)
Pada hari Kamis-Jum’at, 29-30 September 2016, telah dilaksanakan Upgrading Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta di Padhepokan Ahmad Dahlan, Godean, Yogyakarta. Adapun acara ini merupakan program kerja dari Ketua, Wafiq Ulinnuha dan diikuti oleh seluruh Ipmawan PR IPM Mu’allimin periode 2016/2017.

Hari pertama, merupakan hari keberangkatan peserta menuju lokasi, pemberangkatan dibagi menjadi 3 kloter mengingat transportasi menuju lokasi kurang mencukupi. Sesampainya disana, langsung dimulai dengan agenda pertama yakni pembukaan yang dibuka oleh Ustadz Dedik Fatkhul Anwar selaku perwakilan Madrasah. Selesai pembukaan, ada warming up yang diisi oleh Kak Nabhan Mudrik Alyaum, perwakilan dari PD IPM Kota Jogja dan alumni PR IPM Mu’allimin.

Pada pukul 20.00 WIB, dimulailah agenda yang kedua yakni Materi Spirit IPM yang diisi oleh Kak Jamalludin Kiroma Akhmad, alumni Mu’allimin dan mantan Pembina PR IPM Mu’allimin. Materi tersebut berjalan sangat seru dan penuh canda tawa karena Kak Jamal membawakan materinya dengan penuh humor walaupun sedikit serius. Beliau juga memaparkan gagasan-gagasan mengenai IPM Mu’allimin kedepannya.

Setelah materi pertama usai, dilanjutkan dengan agenda ketiga yakni Sharing Bareng Alumni, adapun alumni yang datang adalah Kak Nabhan Mudrik dan Kak Ramadhani Ghafar Utama, sharing ini berjalan santai karena keakraban para ipmawan dengan alumni yang mengisi. Sesi ini dipenuhi dengan tanya jawab mengenai hakekat IPM Mu’allimin sebenarnya. Setelah itu, barulah para ipmawan dipersilahkan untuk istirahat.





Keesokan harinya, pada jam 08.00 dimulailah materi kedua yakni Manajemen Komunikasi yang diisi oleh Kak Zalik yang dimana beliau juga alumni Mu’allimin. Sesi ini berjalan lancar karena semangat pagi para ipmawan yang sangat terlihat. Kemudian agenda dilanjutkan dengan istirahat serta persiapan sholat Jum’at. Sehabis Jum’atan, dilanjutkan dengan materi ketiga mengenai Manajemen Organisasi yang diisi oleh Mbak Annisa, pengisi merupakan alumni Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta.



Sore harinya merupakan agenda terakhir Upgrading IPM kali ini, yakni Satu Jam Bersama Pimpinan, pimpinan yang dimaksud disini merupakan pimpinan Madrasah Mu’allimin. Adapun undangan yang datang ialah Ustadz Dedik, Ustadz Alfian, Ustadz Lailan Arqom dan Ustadz Nayif Fairuza. Para direksi tersebut memaparkan visi dan misi Mu’allimin kedepannya yang diharapkan selaras dengan tujuan IPM Mu’allimin periode kali ini.


Tuntas Berakuntabilitas !
Pada hari Ahad sampai dengan Senin, 11-12 September 2016, telah dilaksanakan Qurban dan Bakti Sosial Idhul Adha 1437 H di Dusun Sunyo, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Acara tersebut dilaksanakan oleh Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta yang bekerja sama dengan PR IPM Mu'allimin dan warga sekitar Dusun Sunyo.




Sebelumnya, pada malam takbiran, di Dusun Sunyo juga diadakan Tabligh Akbar yang diisi oleh Ust. Ikhwan Ahada, mantan direktur Madrasah Mu'allimin. Dalam acara tersebut, sangat terlihat antusiasme tinggi warga sekitar Dusun Sunyo, hingga tempat pelaksanaan sampai penuh.

Adapun keesokannya, dilaksanakan sholat ied berjamaah di Dusun Sunyo, sedangkan yang bertugas menjadi Khotib adalah Ust. Abdullah Effendi, alumni Madrasah Mu'allimin juga. Selesai sholat ied, panitia dan juga warga beramai-ramai datang untuk melihat dan memotong hewan Qurban, adapun Mu'allimin menyumbang 1 sapi dan 7 kambing.

Disaat para kaum adam sibuk menyembelih dan memotong daging qurban, diselenggarakan juga Bazaar Murah di dekat lokasi penyembelihan. Terlihat banyak sekali warga yang berdatangan dan membeli pakaian murah tersebut, terutama kaum hawa.




Adzan dhuhur berkumandang, pertanda selesai sudah rangkaian acara Qurban dan Bakti Sosial tersebut, mulai dari Tabligh Akbar sampai Bazaar Murah, terima kasih untuk warga Dusun Sunyo atas tempat dan fasilitas serta kerja samanya, dan juga untuk semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara ini. 

Buka Mata Dengan Cita !
Buka Hati Untuk Berbagi !
Jalin Silaturahmi !
Gapai Ridho Ilahi Rabbi !
       Pada hari Ahad, 11 September 2016 di Dusun Sunyo, Desa Jatimulya, Kecamatan Girimulya, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah dilaksanakan Tabligh Akbar dalam rangka Qurban dan Bakti Sosial Idul Adha 1437 . Acara tersebut dilaksanakan oleh Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta yang  bekerja sama dengan PR IPM Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah  dan masyarakat Dusun Sunyo. Adapun pengisi tabligh akbar tersebut adalah Ust. Ikhwan Ahada,  yang dimana beliau adalah alumni  sekaligus mantan direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.



Di malam yang bertabur bintang tersebut, masyarakat di sekitar Dusun Sunyo berbondong-bondong datang menuju lokasi tabligh akbar untuk mendapatkan ilmu dan tausyiah yang diberikan oleh Ust Ikhwan. Dan mayoritas peserta tabligh akbar adalah kaum tua, karena masyarakat yang tinggal di Dusun Sunyo dan sekitarnya di dominasi oleh kaum tua. Meskipun begitu, peserta yang datang untuk mengikuti tabligh akbar tersebut tetaplah banyak walaupun mayoritas umur mereka sudah tidak muda.

Dalam acara tabligh akbar tersebut, Ust Ikhwan berceramah tentang Aqidah Islam yang disusun dengan bahasa Jawa Krama Inggil yang unik dan menyenangkan, diselingi dengan lagu-lagu Islami yang membangkitkan semangat para peserta. Tak jarang pula Ust Ikhwan melontarkan lelucon yang membuat peserta tertawa-tawa, sehingga menghilangkan rasa kantuk meskipun malam mulai beranjak.

Di akhir acara, panitia juga mengumumkan mengenai serangkaian acara berikutnya yang insya allah akan dilaksanakan hari Senin, 12 September 2016. Masih di tempat yang sama, yakni Sholat Ied berjamaah, penyembelihan hewan qurban, bakti social, dan bazaar murah. 

                                                                                                                                                         Buka Mata Dengan Cinta - Buka Hati Dengan Berbagi - Jali Silaturahmi - Gapai Ridha Ilahi Rabbi !
author
IPM Mu'allimin
IPM Mu'allimin merupakan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang terletak di Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Berlokasi di Jl. Let Jend S Parman No 68 Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta.