PR IPM Mu'allimin Tuntas Berakuntabilitas

Tampilkan posting dengan label 2016/2017. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label 2016/2017. Tampilkan semua posting
Pada hari Rabu, 29 Maret 2017 telah sukses dilaksanakan Pentas Seni Akbar yang merupakan malam puncak dari pentas seni per angkatan sebelumnya. Dalam acara pensi yang diiringi dengna pembagian hadiah bagi pemenang lomba kesenian yang diadakan Bidang Kesenian PR IPM Mu'allimin itu berlangsung sangat meriah dan pecah.


Asyiknya lagi, acara tersebut diliput oleh salah satu channel TV Malaysia yang sedang melakukan taking video di Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Acara yang dihadiri oleh segenap elemen santri dari kelas 1 sampai kelas 5 ini berjalan kondusif meskipun akhirnya diberhentikan karena waktu terlalu larut malam.

Ada beberapa penampilan dari kelas 1,2 dan 4 serta penampilan yang eksotis dari Grup Jawa Timuran yang digawangi oleh Kak Aqin di bass, Kak Aam di vocal, Kak Fardhan di gitar, Kak Wafa di gitar melodi serta Kak Ramdhan di drummer. Mereka membawakan lagu Sang Surya serta Mars IPMMMATIM yang telah di re'make dengan genre Pop Punk.


Alhamdulillah pada hari Selasa, 28 Maret 2017 telah sukses diadakan Sarasehan Santri Mu'allimin atau yang biasa disingkat SSM. SSM adalah sebuah forum diskusi dan adu argumen bagi santri Mu'allimin mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Untuk konsepnya, SSM mengadposi konsep dari Indonesia Lawyers Club, sebuah acara TV di channel TV One yang mana dalam acara tersebut kita akan saling memaparkan argumen dan kemudian saling membantah.


Dan untuk SSM kali ini, panitia yang merupakan Ipmawan dari Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan mengambil tema 'Pendidikan Seks Di Pesantren'. Panitia mengambil tema tersebut karena dirasa sangat cocok bagi santri pesantren, mengingat perihal  seks jarang dibahas baik dikelas maupun di asrama.

Pada malam tersebut, hadir pula keynote speaker yang memberikan materi sebelum diskusi yakni Ustadz Anton Ismunanto yang merupakan salah seorang cendekiawan Mu'allimin. Acara tersebut berlangsung ramai dan seru, karena peserta yang mayoritas santri tsanawiyah berani berbicara dan saling bertanya mengenai tema seks ini. 



Alhamdulillah telah sukses dilaksanakan Talkshow Kader oleh Bidang Perkaderan PR IPM Mu'allimin di Aula Mu'allimin. Talkshow tersebut mengambil tema 'Aku Bangga Jadi Alumni Mu'allimin' dan mengundang beberapa mantan Kepala Bidang Perkaderan seperti Kak Ni'mal Maula, Kak Fakhri Dzikri yang diwakili Kak Farizqy, Kak Muflih Ramadhani, Kak Ramadhani Ghafar dan Kak Syahrul.


Mereka merupakan alumni perkaderan yang sukses di daerahnya masing-masing. Seperti Kak Syahrul yang sekarang menjadi Ketua PW IPM Jawa Timur, kemudian Kak Rama yang Sekum PW IPM Yogyakarta, kemudian ada Kak Muflih dari PD IPM Surabaya dan Kak Ni'mal serta Kak Farizqy dari PD IPM Jogja.


Dalam kesempatan tersebut, mereka bercerita tentang suka dan duka yang dialami selama ini di IPM, tak lupa ada juga sesi tanya dari para peserta. Acara tersebut ditutup dengan pemberian plakat dari IPM Mu'allimin kepada para pemateri. 
 Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, DIY, menyelenggarakan Kajian Pelajar Kritis untuk memeringati Milad Sinar Kaum Muhammadiyah (SKM) ke-92. Kegiatan ini mengangkat tema ‘Pelajar Jogja Bergerak Berantas Kemunduran Moral’.

“Kami mengangkat tema tersebut dengan maksud meningkatkan kepedulian pelajar untuk mencegah kemunduran moral seperti tawuran, penggunaan Napza, ‘klithih’, pergaulan bebas, dan sebagainya. Saya merasa kecewa dengan kemerosotan moral pelajar di Kota Yogyakarta akhir-akhir ini. Harus ada perubahan yang dilakukan,” ujar ketua panitia Milad SKM ke-92, Faiz Arwi Assalimi, dalam siaran persnya, Rabu (15/2).

Kajian itu menghadirkan pembicara Direskrim Polda DIY, Kombes Pol Frans Cahyono, dai dan alumnus Madrasah Mu’allimin, Ridwan Hamidy, Syauqi Soeratno, serta anggota DPD RI, Afnan Hadikusumo.

Afnan menyampaikan sekarang ini bangsa Indonesia sedang menghadapi persaingan global. “Pemuda harus menggembleng dirinya, dan bisa memahami serta menguasai ilmu yang diperlukan. Apabila pemuda kita tidak bisa seperti ini, maka Indonesia akan semakin tertinggal,” jelasnya. 

Kajian Pelajar Kritis untuk memperingati Milad Sinar Kaum Muhammadiyah (SKM) ke-92.

Pada kesempatan itu, mantan ketua MPR dan PP Muhammadiyah, Prof Amien Rais, menyampaikan pidato kebangsaan. Menurutnya, umat Islam mengalami kemerosotan di segala sisi. Mulai dari ekonomi, pertahanan, dan sebagainya.

Ia juga melihat, bangsa Indonesia kini sudah bukan lagi menjadi tuan rumah di bangsa sendiri. “Pertambangan, perbankan, pertanian, properti, kehutanan, pertanian, perkebunan, maupun media massa, sudah laisa fii aidin, kulluhaa fii aidi him (sudah bukan di tangan kita, semua di tangan mereka"

Pada akhir pidatonya, Amien berpesan untuk senantiasa mendalami ruh Alquran dan memiliki kecakapan membaca Alquran dengan baik. Kegiatan itu dihadiri sekitar 175-an siswa SMA sederajat, lembaga-lembaga, serta organisasi se-DIY.
Pimpinan Wilayah Ikatan Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PW IPM DIY) periode 2016-2018 secara resmi telah dilantik pada hari Sabtu, 11 Februari 2017 lalu di Aula SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta berdasarkan SK PP IPM No.02-SK/PP IPM-003/2017.

Pelantikan PW IPM DIY periode 2016-2018 ini dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) se-DIY serta beberapa perwakilan Pimpinan Ranting (PR) IPM. Selain itu pelantikan juga turut dihadiri oleh para tamu undangan seperti Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Alumni IPM DIY, Ortom tingkat wilayah dan tamu undangan lainnya.

Dalam pelantikan kali ini PW IPM DIY mengangkat tema “Perwujudan Kader Ideologis Melalui Sinergi Basis Massa” dengan harapan terciptakan kader-kader IPM yang ideologis, bukan politis.

“Kami mengharapkan bahwa diangkatnya tema ini dengan harapan terjalin komunikasi dan kerja sama dari wilayah sampai ranting yang kuat dalam mensukseskan program-program dan agenda aksi yang telah dicanangkan oleh PW IPM DIY,” ungkap Nurcahyo (Ketua Umum PW IPM DIY) dalam sambutannya.

Beragam apresiasi diberikan kepada PW IPM DIY dengan terlaksananya pelantikan ini. Seperti yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan dan Olahrga dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY.

“IPM memiliki tugas untuk menciptakan hal positif di kalangannya dengan mengurangi hal-hal negatif di kalangannya lewat ketulusan komitmen dan ikhtiar para anggotanya dalam membina IPM,” ungkap Suhartanti dalam sambutannya sebagai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.



Serah terima jabatan dari Azhar (kanan) ke Nurcahyo (kiri)

Senada dengan yang diungkapkan oleh Suhartanti, Ketua Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY (PWM DIY), Hatib Rahmawan juga menyampaikan harapan bahwa IPM mampu mencetak kader-kader umat dan bangsa yang lebih hebat dari tokoh-tokoh yang ada saat ini.

Selain pelantikan struktur kepengurusan PW IPM DIY sebagai agenda utama, terdapat juga agenda pelantikan dua lembaga milik PW IPM DIY yang akan membantu arah gerak PW IPM DIY ke depan. Kedua lembaga tersebut adalah Student Empowerment Centre (SEC) dan Lembaga Kewirausahaan PW IPM DIY


Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah menggelar kegiatan milad Opening Ceremony Milad Sinar Kaum Muhammadiyah (SKM) ke-92, Kamis (26/1). Banyak penampilan yang ditampilkan pada kegiatan ini, tak ketinggalan dalam acara ini juga terdapat penganugrahan dari jajaran Direksi Madrasah Muallimin kepada pencipta Mars SKM. Mars SKM yang di ciptakan oleh AlmarhumTohari Musnamar (alumni Madrasah Muallimin tahun 1945) ini diberikan penghargaan yang diwakilkan oleh  Djamhari(alumni Madrasah Muallimin tahun 1972).

Mencoba menengok sejarah bermula dari tahun 1925 organisasi kesiswaan Khusus di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta didirikan. Organisasi kesiswaan ini dikenal dengan nama Sinar Kaum Muhammadiyah ini mendapat predikat organisasi kesiswaan tertua di Muhammadiyah, yang bahkan dianggap sebagai pelanjut dari organisasi siswo projo.
Organisasi yang telah menjebolkan kader-kader terbaik Muhammadiyah, harus digantikan dengan IRM pada tahun 1995 yang kemudian berubah menjadi IPM. Didasari dengan SK PP Muhammadiyah, untuk mencegah hilangnya semangat dan jiwa ber-SKM dalam diri santri Mu’allimin.
Dalam sebulan kedepan, akan ada lomba-lomba internal Muallimin untuk seluruh keluarga besar Mu’allimin, dari pimpinan, ustadz, santri, hingga karyawan. Pada pertengahan bulan Februari juga akan ada Kajian Remaja Kritis yang rencananya akan dihadiri perwakilan pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyahdan OSIS Se-Kota Jogja.
Aly Aulia, Direktur Madrasah Mualimin yang sekaligus membuka acara berharap bahwa dengan diselenggarakannya Milad SKM ini Muallimin dapat menembus batas-batas yang ada dengan dapat mencetak kader persyarikatan, bangsa, bahkan dunia . “Dengan adanya Milad SKM Ke-92 ini saya berharap agar ada gerakan-gerakan pembaharuan dalam Bahasa dan pengkaderan. Agar kelak Mu’allimin dapt menembus batas-batas yang ada,”


Tak kalah menarik dalam sambutannya  Faiz Arwi Assalimi, Ketua Panitia berharap dengan adanya Milad SKM Ke-92 ini dapat menancapkan jiwa SKM di setiap jiwa  santri Mu’allimin.“Walupun fisik SKM telah hilang, saya berharap dengan diselenggarakan milad ini dapat mengukuhkan jiwa-jiwa SKM di dalam jiwa setiap santri Mu’allimin,”tegasnya.






Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) periode 2016-2018 resmi dilantik pada Jumat, 20 Januari 2017, di Aula RS PKU Muhammadiyah, Yogyakarta. Ketua umum PP IPM periode sebelumnya, M Khairul Huda berharap pelantikan di hari Jumat mengisyaratkan suatu keberkahan bagi kepemimpinan PP IPM periode mendatang.
Velandani Prakoso dilantik sebagai ketua umum PP IPM periode 2016-2018 dan Hafiz Syafaaturrahman sebagai Sekretaris Jenderal. Kepengurusan ini ditetapkan setelah melalui serangkaian proses panjang.
“IPM memiliki kemantapan idealisme dan komitmen dan keluasan keahlian dalam menggerakan Muhammadiyah di tengah kehidupan yang lebih kompleks,” ungkap Velandani Prakoso dalam sambutan pelantikan yang bertema ‘Membangun Spirit Gerakan Berkemajuan Wujudkan Pelajar Berkarya Nyata’.
Velandani juga mengingatkan para kader IPM untuk merenungkan pesan dari Kyai Dahlan menjelang wafatnya. “Mengingat keadaan tubuhku kiranya aku tidak lama lagi akan meninggalkan anak-anakku semua sedangkan aku tidak memiliki harta benda yang bisa kutinggalkan kepadamu. Aku hanya memiliki Muhammadiyah yang akan kuwariskan kepadamu sekalian.”

Hasil gambar untuk pelantikan pp ipm 2016
“Karena itu, aku titipkan Muhammadiyah ini kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian mau memelihara dan menjaga Muhammadiyah itu dengan sepenuh hati agar Muhammadiyah bisa terus berkembang selamanya.” Kata-kata Kyai Dahlan itu ditirukan kembali oleh Velandani guna mengkontekstualisasikan dengan keberadaan IPM sebagai salah satu organisasi kader Muhammadiyah.
Keberadaan IPM saat ini, ujar Velandani memiliki dua nilai yang harus diperhatikan. Yaitu memiliki kemampuan daya keratif dan kemampuan untuk berkolaborasi  dengan semua komponen demi memperkaya khazanah internal dan eksternal.
“Saya mengajak untuk seluruh lapisan dalam memajukan IPM satu periode ke depan, guna membangun spirit gerakan berkemajuan, dan juga mewujudkan pelajar Muhammadiyah yang berkarya nyata,” tutup Velandani.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua PP Muhammadiyah bidang Konsolidasi Organisasi dan Kaderisasi Dahlan Rais, Anggota DPD RI DIY Afnan Hadikusumo, Ketua MPK PP Muhammadiyah Ari Anshori, perwakilan Gubernur DIY dan bupati/walikota se-DIY, ketua kornas IPM dan tamu undangan lainnya 
Alhamdulillah telah seledai diadakan Rapat Pleno I Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Rapat Pleno kali ini diselenggarakan di Aula Madrasah Mu'allimin. Dengan agenda pertama yakni pembukaan yang dibuka oleh Ustadz Aly Aulia selaku Direktur Madrasah Mu'allimin.









Setelah itu dimulailah serangkaian sidang pleno, mulai dari bidang kepemimpinan hingga yang terakhir bidang sosial dan advokasi. Para ipmawan terpantau sangat aktif dan kritis dalam menyikapi proggres report selama satu semester kemarin.


Diharapkan dengan adanya pleno seperti, dapat menjadi evaluasi kinerja sebelumnya dan penyemangat dalam berjuang di IPM kedepannya. Tuntas Berakuntabilitas
Tadi malam, Rabu 14 Desember 2016 telah diselenggarakan Closing Ceremony Semarak Ikatan Pelajar Muhammadiyah Mu'allimin yang ke 22 di Lapangan Tengah Mu'allimin. Kegiatan tersebut merupakan acara puncak dari serangkan SIM #22 tahun ini.

Peserta kelas 1,2 dan 3 mulai berdatangan ketika matahari mulai tenggelam. Adzan maghrib berkumandang dan kemudian peserta melakukan sholat berjamaah di lapangan tengah, setelah itu diisi oleh kultum dan makan malam di ruang makan.

Sehabis sholat isya, panitia mulai berdatangan dan peserta mulai mengkondisikan diri, peserta masuk melewati gedung utama yang disana sudah disiapkan Museum Organtri, setiap organtri menampilkan stannya masing-masing.



Setelah itu peserta masuk kedalam lapangan dan duduk sembari menunggu acara dimulai, adapun sambutan pertama diberikan oleh ketua Panitia SIM #22 Ipmawan Ahmad Ashim Muttaqin, selanjutnya sambutan ketua IPM Ipmawan Wafiq Ulinnuha dan akhir sambutan dari wakil madrasah Ustadz Dedik Fatkul Anwar sekaligus membakar kertas sebagai simbolis berakhirnya SIM #22.

Dan selanjutnya adalah acara inti, yakni pembagian hadiah dan hiburan. Setelah itu acara ditutup dengan hujan dan peserta boleh pulang ke asrama masing-masing.
Olimpiade Sains Mu'allimin atau OSM adalah program kerja dari bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan yang paling fenomenal. Adapun tahun ini ada inovasi baru dalam mata pelajarannya, yakni Sejarah.

OSM tahun ini bergabung dengan kegiatan SIM #22 dan mendapatkan jatah pada hari Ahad, 10 Desember 2016 untuk babak penyisihan dan hari Selasa, 12 Desember 2016 untuk babak final.



Babak penyisihan peserta mengerjakan soal esai yang ada di papan tulis dan di babak final peserta mengerjakan soal esai yang ada di kertas. Adapun pemenangnya diumumkan saat Closing Ceremony SIM #22 paa hari Rabu, 14 Desember 2016.
Pagi ini, 10 Desember 2016 telah dilaksanakan perlombaan Liga Nusantara di lapangan tengah Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Liga Nusantara kali ini adalah pertandingan futsal antar organisasi daerah seperti IPMMMATIM, IKMMY, dan lain sebagainya yang termasuk bagian dalam kegiatan SIM #22.

Uniknya, pada perlomban kali ini peserta wajib menggunakan sarung dan sandal sebagai perlengkapan pertandingan. Tentu saja hal ini akan menyulitkan ketika menendang maupun menggiring bola. Tapi semua tetap berjalan seru, apalagi ketika musik berdendang dan pertindingan di pending, karena semua peserta wajib berjoget sesuai dengan irama musik.





Pertandingan berjalan sengit dan seru, serta suasana semakin memanas karena matahari mulai menanjak naik ke atas kepala. Tapi itu semua tidak menyurutkan semangat bertanding para peserta. Ada yang bermain full time ada juga yang baru bermain setengah pertandingan sudah tumbang.

Sementara di lapangan kecil asrama 1, diselenggarakan juga Lomba Takraw antar angkatan. Dengan personil 3 vs 3, pertandingan berlangsung sangat tegang dan dingin. Sering sekali oara peserta melakukan kesalahan karena ukuran bola yang kecil dan personil yang terlalu sedikit. 

Tapi semua tetap berjalan seru dan damai, tanpa ada kerusuhan sekecilpun
Pada hari Jum'at, 9 Desember 2016 kemarin, telah dilaksanakan salah satu program kerja dari bidang Sosial dan Advokasi PR IPM Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta, yakni Reresik Tandang Gawe. Acara tersebut dilaksanakan di lapangan asrama Muadz Bin Jabal B pada pukul 07.00.

Acara pagi itu dibarengin dengan pembukaan secara simbolis Semarak IPM Mu'allimin atau SIM #22, adapun sambutan yang pertama diberikan oleh Ipmawan Ahmad Ashim Muttaqin selaku Ketua Panitia SIM #22, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ipmawan Wafiq Ulinnuha selaku ketua IPM, dan akhirnya sambutan sekaligus pembukaan dilakukan oleh Ustad Erik Tauvani selaku perwakilah madrasah.




Setelah resmi dibuka, dilakukan peluncuran roket air sebagai bentuk simbolis telah dibukanya Semarak IPM Mu'allimin dan RTG. Dalam acara tersebut, peserta yang datang adalah santri kelas 1,2 dan 3, sementara kakak aliyah sebagian menjadi panitia.

Selesai dibuka, dilakukan pembagian kelompok dan kemudian berangkat menuju rute yang telah ditentukan dengan membawa trashbag yang telah disiapkan panitia. Mereka berjalan dengan rute yang berbeda antar angkatan agar tidak terjadi tabrakan pemungutan sampah.

Tak lama kemudian peserta sudah kembali ke lapangan asrama Muadz Bin Jabal yang kemudian dilanjutkan dengan sarapan pagi, kala itu menu sarapannya adalah telur dan minumnya adalah kacang ijo. 

Beberapa menit kemudian usai sudah sesi sarapan, kemudian dilanjutkan dengan sesi hiburan, yakni bermain air dan holy powder sambil berjoget ria, ada pula penampilan trio battle dance antara Kak Faza, Kak Arul dan Dek Tangguh. Mereka bertanding dan mengeluarkan skill joget terbaik mereka masing masing. Setelah itu acara ditutup oleh ketua panitia RTG Ipmawan Iqbal. 


Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir pada hari Senin, 14 November 2016 ini  telah menetapkan 9 nama formatur terpilih pada Kamis 17 November 2016 dini hari pada pukul 03.50 WITA..
Pemilihan Formatur Ikatan Pelajar Muhammadiyah  berdasarkan Hasil Muktamar IPM ke-XX yang dilakukan melalui e-voting dimulai sejak 16 November pukul 16.00 WITA di Samarinda Convention Hall.
Dalam pemilihan ini, seperti dikutip dari laman resmi www.ipm.or.id lebih dari 900 peserta menyalurkan hak suaranya. Ketua Panitia Pemilihan Pusat, Riko Basri Koto mengungkapkan bahwa dalam pemilihan ini, DPT berjumlah 1006, dengan jumlah pemilih 966 dan 40 pemilih tidak menyalurkan hak pilih.
Berikut adalah daftar 9 nama Formatur PP IPM periode 2016-2018 :
1.     M. Abdul Majid                           : 671
2.     Rafika Rachmawati                  : 564
3.     Nurcholis Ali Syabana             : 561
4.     Muhammad Irsyad                    : 559
5.     Hafizh Syafaturrahman             : 548
6.     Khairul Sakti Lubis                    : 542
7.     Ammiruddin Awalin                    : 537
8.     Anshor HS                                   : 510
9.     Velandani Prakoso                     : 483

Setelah penentuan sembilan nama formatur tersebut, akan dilakukan rapat formatur untuk menentukan Ketua Umum PP IPM periode 2016-2018 yang kemudian akan disahkan pada pleno terakhir sekaligus mengesahkan keputusan induk Muktamar IPM ke 20 di Samarinda, Kalimantan Timur.
Uniknya, salah satu alumni Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta berhasil lolos menjadi formatur terpilih, yakni Ipmawan Velandani Prakoso. Beliau adalah alumni Mu'allimin yang sekarang aktif menjadi kabid Perkaderan PW IPM Yogyakarta. Beliau juga mengajar mapel PKN di Mu'allimin.
author
IPM Mu'allimin
IPM Mu'allimin merupakan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang terletak di Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Berlokasi di Jl. Let Jend S Parman No 68 Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta.